Gerung, Lombok Barat — Palang Merah Remaja (PMR) Wira se-Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan Latihan Gabungan (LatGab) sebagai wadah peningkatan kapasitas, keterampilan, sekaligus mempererat solidaritas antaranggota PMR tingkat sekolah menengah. Kegiatan tersebut berlangsung di MA Plus Ashohwah Al-Islamiyah Beleka Gerung, Kabupaten Lombok Barat, dan diikuti oleh perwakilan PMR dari sejumlah sekolah di wilayah Lombok Barat.
Kegiatan LatGab diikuti oleh perwakilan MAS Putri Al-Ishlahuddiny, MAS Putra Al-Ishlahuddiny, SMK Al-Ishlahuddiny, MAN Lombok Barat, SMKN 1 Kuripan, SMAN 1 Kuripan, SMAN 1 Kediri, SMAN 1 Labuapi, SMAN 1 Gerung, serta MA Plus Ashohwah Al-Islamiyah Beleka Gerung sebagai tuan rumah.
Latihan gabungan ini dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan pertemuan antarunit PMR, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai kepalangmerahan dan meningkatkan kesiapan dalam memberikan pertolongan kepada sesama. Interaksi antarpeserta dari berbagai sekolah juga menjadi bagian penting dalam membangun jejaring dan semangat kebersamaan di kalangan anggota PMR Wira.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan sejumlah materi utama yang relevan dengan tugas dan peran PMR di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Materi pertama adalah Kepalangmerahan, yang membekali peserta dengan pemahaman mengenai prinsip, nilai, sejarah, serta peran gerakan Palang Merah dalam kegiatan kemanusiaan.
Selain materi kepalangmerahan, peserta juga mengikuti pelatihan Pertolongan Pertama (PP) dasar. Materi ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan awal secara tepat, aman, dan sesuai prosedur ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan sederhana sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Pembekalan berikutnya adalah Pendidikan Remaja Sebaya (PRS). Melalui materi tersebut, peserta diarahkan untuk memahami pentingnya peran remaja sebagai agen perubahan yang mampu membangun komunikasi positif, memberikan dukungan kepada teman sebaya, serta mendorong terciptanya lingkungan pergaulan remaja yang sehat dan konstruktif.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dengan menempatkan peserta sebagai bagian aktif dari proses pembelajaran. Materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk membangun pemahaman praktis sehingga peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan PMR di masing-masing sekolah.
LatGab juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarkomunitas PMR Wira di Kabupaten Lombok Barat. Pertemuan lintas sekolah memungkinkan peserta saling bertukar pengalaman mengenai kegiatan kepalangmerahan, program kerja organisasi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan PMR di lingkungan sekolah masing-masing.

Bagi PMR, penguatan kapasitas anggota menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, kesiapsiagaan, keterampilan pertolongan pertama, serta semangat kemanusiaan. Karena itu, kegiatan seperti LatGab memiliki posisi strategis dalam memastikan nilai-nilai kepalangmerahan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi tumbuh menjadi karakter dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Latihan Gabungan PMR Wira se-Kabupaten Lombok Barat ini, diharapkan terbangun generasi muda yang tidak hanya terampil dalam bidang kepalangmerahan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Kolaborasi antarsekolah diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan positif yang memperkuat solidaritas, keterampilan, dan semangat kemanusiaan di kalangan remaja.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa PMR merupakan ruang strategis bagi pembinaan generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai kemanusiaan, kesukarelaan, persahabatan, dan kepedulian sosial. Dari sekolah, semangat kemanusiaan itu diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kontributor: Jaya