PALANG MERAH INDONESIA
PALANG MERAH INDONESIA
Kembali ke Berita

PMI Hadir Membawa Harapan bagi Warga Desa Persiapan Penanggak Dusun Apit Aik

2 August 2026 AdminPMI Markas, Relawan
Dokumentasi Pendistribusian Air oleh Relawan PMI LOBAR di Dusun Apit Aik, Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Lombok Barat, 2 Agustus 2026 – Musim kemarau yang berkepanjangan kembali menguji ketahanan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat. Di sejumlah wilayah, debit mata air terus menurun, sumur-sumur warga mulai mengering, dan pasokan air bersih menjadi kebutuhan yang semakin sulit diperoleh. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Desa Persiapan Penanggak, Kecamatan Batu Layar, secara geografi Desa Persiapan ini berada diperbukitan, sebanyak 4 dusun dan sekitar hampir 800 Kepala Keluarga, di mana masyarakat harus berjuang setiap hari demi mendapatkan air untuk kebutuhan hidup.

 

Kemarau terjadi sejak tiga bulan terakhir, aktivitas warga berubah drastis. Air yang biasanya tersedia kini menjadi barang yang sangat berharga. Untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga air minum, warga harus menghemat setiap tetes yang mereka miliki. Bahkan, sebagian warga rela menunggu berjam-jam dengan membawa jeriken, ember, galon, hingga drum penampung, berharap ada bantuan air bersih yang datang.

 

Di tengah kondisi yang semakin memprihatinkan itulah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Barat hadir membawa secercah harapan.

 

Melalui program pelayanan air bersih, satu unit mobil tangki PMI tiba di Dusun Apit Aik pada Minggu (2/8). Kehadiran para relawan disambut antusias oleh masyarakat. Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga para lansia berkumpul di lokasi distribusi dengan wajah penuh harap. Selang dari mobil tangki mulai mengalirkan air bersih ke setiap wadah yang telah disiapkan warga.

 

Bagi sebagian orang, bantuan ini mungkin hanya berupa beberapa ribu liter air. Namun bagi masyarakat Dusun Apit Aik, air tersebut adalah penyambung kehidupan. Bantuan ini memungkinkan mereka kembali memasak untuk keluarga, memenuhi kebutuhan sanitasi, dan menyediakan air minum yang layak bagi anak-anak mereka.

 

Dengan penuh semangat kemanusiaan, relawan PMI bekerja tanpa mengenal lelah, memastikan proses distribusi berjalan tertib dan setiap keluarga memperoleh bagian secara adil. Kehadiran PMI bukan hanya menghadirkan air bersih, tetapi juga memberikan rasa tenang bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian.

 

Iklan

 

Namun di balik rasa syukur atas bantuan yang diterima, tersimpan sebuah harapan besar dari masyarakat.

 

Warga berharap pemerintah tidak hanya hadir ketika kemarau telah melumpuhkan sumber air, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap tahun. Mereka menginginkan pembangunan infrastruktur air bersih yang lebih permanen, seperti proyek pipanisasi dari sumber mata air yang memadai, pembangunan jaringan distribusi air bersih, reservoir penampungan, maupun penguatan sistem penyediaan air minum di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

 

Menurut warga, bantuan distribusi air bersih sangat membantu pada saat darurat, tetapi sifatnya hanya menjadi solusi sementara. Yang mereka dambakan adalah kepastian bahwa ketika musim kemarau kembali datang, masyarakat tidak lagi harus menunggu mobil tangki sebagai satu-satunya harapan untuk memperoleh air bersih.

 

Peran PMI Kabupaten Lombok Barat dalam situasi ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa penanganan kekeringan memerlukan kolaborasi yang lebih besar antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat.

 

Harapannya, suatu hari nanti mobil tangki PMI tidak lagi harus rutin memasuki Dusun Apit Aik setiap musim kemarau. Bukan karena PMI berhenti mengabdi, melainkan karena masyarakat telah memiliki akses air bersih yang memadai melalui infrastruktur yang dibangun secara berkelanjutan.

 

Sebab sejatinya, keberhasilan terbesar dari sebuah aksi kemanusiaan bukanlah seberapa sering bantuan disalurkan, tetapi ketika bantuan darurat itu tidak lagi diperlukan karena masyarakat telah hidup dengan akses yang layak, aman, dan berkelanjutan terhadap air bersih.

 

Sebagai penutup, Sahabudy selaku koordinator penyalur air bersih dari PMI LOBAR mengatakan “hari ini kami sudah disteibusikan air sebanyak 5000 liter ke dusun Apit Aik Desa Persiapan Penanggak, insyaalah setiap hari minggu akan tetap kami distribusikan dan setiap hari kamis akan didistribusikan oleh PDAM” imbuhnya

 

Penulis berita: Raden Bukhory

Bagikan Berita Ini: